Langsung ke konten utama

Cinta Bahasa Indonesia


Cintai Bahasamu, Merdekakan Negerimu

Nama : Siti Latifatul Khotidjah
D-III Keperawatan Malang Kelas I A

            Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi dan informasi semakin maju. Sekarang semuanya serba canggih dan mudah. Jarak tidak menjadi hambatan untuk tetap berkomunikasi karena tersedia alat elektronik seperti telepon, komputer, dan sebagainya. Bahkan jaringan internet memungkinkan untuk menjelajahi dunia. Dengan cepat dapat mengetahui segala hal yang sedang terjadi di dunia ini.
            Namun tanpa disadari selain mendekatkan yang jauh, teknologi juga menjauhkan yang dekat. Zaman sekarang orang-orang tidak bisa terlepas dari gadget, mirisnya anak-anak sudah ketagihan dengan gadget. Mereka cenderung lebih nyaman berkomunikasi melalui telepon seluler padahal ada orang di sekitarnya yang dapat diajak berkomunikasi. Anak-anak yang seharusnya masih asik bermain dengan temannya justru asik bermain melalui gadget.
Sadarkah jika negerimu masih dijajah? Sadarkah teknologi juga memiliki dampak negatif? Sudahkah negara ini merdeka seutuhnya? Berkomunikasi melalui seluler membuat kemampuan berbicara dan menulis berkurang. Belum tentu orang yang lancar berkomunikasi melalui seluler juga pandai berbicara secara langsung. Karena terbiasa mengetik pesan, membuat kemampuan menulis berkurang. Selain itu dengan jaringan internet memudahkan untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan. Semua serba instan dan mudah, membuat malas dan kemampuan berfikir berkurang karena semuanya sudah tersedia.
Sangat disayangkan generasi muda sekarang justru mencintai karya negara lain. Dengan hafal menyanyikan lagu dari negara lain, lupa bahwa karya anak bangsa juga patut diapresiasi karyanya. Dengan bangganya berbicara menggunakan bahasa asing. Lalu bagaimana dengan budaya negeri sendiri? Sudahkah mencintai produk buatan Indonesia? Seberapa hafal lagu karya anak Indonesia? Sudah hebatkah membaca, menulis, dan berbicara mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar?
Jadi sudahkah negara ini merdeka seutuhnya atau masih terjajah? Mari merdekakan bahasa dan budaya negeri sendiri. Dukung program pemerintah untuk literasi, budayakan membaca setiap hari. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya, ambil manfaat teknologi tetapi jangan termanfaatkan teknologi. Gunakan teknologi untuk mendekatkan yang jauh, tapi tidak menjauhkan yang dekat.
Terbiasa membaca, menulis, dan bicara membuat kemampuan berbahasa meningkat. Dengan membaca menambah wawasan, dengan menulis akan menjadi catatan sejarah, dengan berkomunikasi akan menjaga tali silaturahmi. Jadi tunggu apalagi? Mari cintai bahasa indonesia, mari merdekakan negara dari penjajahan teknologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

artikel Stroke

Awas Stroke Berbahaya Untuk Kesehatan Siti Latifatul Khotidjah D-III Keperawatan Malang Kelas I A Wikipedia (2013) menyatakan bahwa “ Stroke, atau  cerebrovascular accident  ( CVA ), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor ”. Stroke dibagi menjadi dua jenis. Michel (2003) menyatakan bahwa “Secara patologi ada dua macam stroke, yaitu stroke sumbatan (stroke iskemik) dan stroke perdarahan. Stroke sumbatan terjadi ketika pembuluh darah ke otak mengalami sumbatan. Stroke perdarahan terjadi akibat dari pecahnya pembuluh darah yang menuju otak”. Michel (2003) menyatakan bahwa “Stroke sumbatan dibagi menjadi dua, yaitu sumbatan akibat thrombus dan sumbatan akibat emboli. Stroke perdarahan dibagi menjadi dua, yaitu stroke perdarahan intraserbal (pada jaringan otak) dan stroke perdarahan subarachnoid (di bawah jaringan pembung

Kiat-kiat menulis anti plagiasi

MENULIS YANG BAIK DAN BENAR ANTI PLAGIASI Siti Latifatul Khotidjah D-III Keperawatan Malang Kelas 1A             Dalam menempuh pendidikan sering diberikan tugas untuk menulis. Seperti dalam menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi seringkali diberikan tugas untuk membuat karya ilmiah seperti artikel, makalah, proposal, karya tulis ilmiah, maupun skripsi. Namun mahasiswa sering melakukan salin-timpa dari berbagai sumber tanpa memberikan kutipan dan mencantumkan sumber. Hal ini menyebabkan plagiasi menjadi sebuah kebiasaan yang tidak disadari dapat merugikan orang lain.             Pengertian plagiasi dalam Permindiknas No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi “Plagiat sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh angka kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagaian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menya